![]() |
|||
|
Fuad Fajri ,yah.. seratus2 doang kalo korupsi merajalele dan kemiskinan dimane2 ya sama aje kali ya bu.. Andika ,asal g 100 cara buat jadi walikota aja ya, bu! Rumahorbo,Hotma ,Saya sangat sependapat dengan pandangan dan ide krestif untuk mengembalikan kota Bandung yang bersih dan menyejukkan. Intinya adalah memberdayakan potensi yang ada pada masyarakat. Merubah paradigma pikir dari masyarakat yang serba dilayani menjadi masyarakat yang melayani. Saling memberi dan mendahulukan tangan sendiri untuk berbuat itulah yang harus dibudayakan di masyarakat Bandung. Untuk mewujudkan itu, potensi ada pada diri ibu Heti, maju terus bu, . Perempuan tidak kalah gigih, ulet,dengan para kaum lalaki. Ditambah sikap lemahlembut, sabar tapi tegas sebagai bumbu pelengkap akan menjadi pas, klop dan nikmat. Maju terus, kita dukung para calon yang mencalonkan diri menjadi pemimpin kota Bandung dengan niat yang mulia untuk mengembalikan citra kota Bandung. Salam Jajat Sudrajat ,Sebagai Orang bandung saya mendukung Program ini, tapi tolong untuk 100 PKL di realisasikan biar tidak sumpek, terutama pada hariminggu didaerah jl. di ponogoro Dr. Dede Mariana ,Gairah demokrasi warga Bdg dlm rangka Pilwalkot meningkat, sayangnya terkendala "aturan dan tradisi" yg membeku, sehingga kehidupan demokrasi di kota bdg sdh sampai pd fase "frozen democracy" siapapun yg terpilih jd walikota nanti warga hrs brani melakuka strtegi "day to day politics" sbgi wujud partisipasi warga atas stiap pengambilan kptsn politik oleh para pejabat publik di kota bdg sekecil apapun, warga hrs trlibat dlm proses pengambilan kptsan politik yg mnyangkut hajat hidup warga bdg. Mnjlang hari H pilwakot dan masa kampanye, para kandidat balonwalkot yg tak lolos verifikasi kpu kota sebaiknya ttp mnjalankan misi mendidik warga agar jd pemilih cerdas dan kritis atas cawalkot yg lolos verifikasi. dg cara spt itu para balonwalkot tetap ikt membangun kehidupan demokrasi kota bdg ini. Popy I ,Sebelumnya salut dengan kepedulian ibu yang telah mau memikirkan masalah kota Bandung. Saya tahu pencalonan ini dari spanduk yang banyak tersebar dibeberapa sudut jalan-jalan di Bandung. Ide kreatif yang diusulkan benar-benar suatu konsep out of box untuk kota Bandung tercinta. Tapi kenapa beberapa dari ide tersebut saya rasakan tidak pro terhadap wong cilik ya, seperti fasilitas hot spot. Bukannya tidak setuju, namun saya pikir sudah banyak fasilitas tersebut. Saya pikir akan lebih baik jika mengadakan 100 taman bacaan untuk anak2 yang gratis sehingga minat baca anak Indonesia juga meningkat. Satu pertanyaan untuk Ibu, program 100 yang Ibu usulkan itu apakah hanya akan sekedar menjadi janji atau ide saja? karena saya pikir banyak yang tidak feasible untuk diwujudkan, seperti 100 lapangan olah raga. lahan mana yang akan kita jadikan lapangan Bu? terimakasih sebelumnya, dan sukses selalu untuk Ibu. Soni Indra ,100 DJ euy.. Doni Drimawan ,usul... 100 group musik indi 100 bangku taman kota 100 produk kuliner unggulan wadayana ,program 100 perpustakaan gratis di kota bandung minimal di setiap kelurahaan dinda ,dari programnya seperti bukan lulusan planologi ITB, program2 tanpa urgensi dijadikan prioritas Mokhamad Ikhsan ,Maju Terus Bu Heti, kekuasaan menjadi busuk, politik menjadi kotor, karena orang baik ogah masuk ke dalamnya.... doni drimawan ,selamat.. maju terus bu Heti Time To Change buat Bandung Husein ,Akuisisi ilmu pengetahuan dan teknologi guna mendukung terwujudnya kota Bandung yang kreatif dan inovatif dalam menyelesaikan masalahnya. Tentunya hanya bisa dilakukan oleh masyarakat yang kreatif, inovatif dan produktif, serta pemimpin yang punya visi ke arah sana. Amin ABU FATIH ,salam kenal bu heti, kalau ibu prihatin melihat kota bandung, saya mungkin maaf muak dengan kondisi sekarang ini, betapa tidak. saya adalah seorang pengusaha advertising kecil2an. yang harus berhubungan dengan 2 dinas yaitu 1. dinas pendapatan daerah dan 2. dinas pemakaman dan pertamanan, kita tahu bahwa pajak reklame di kota bandung ini sangat mahal adanya. sehingga menjadi celah orang dalam untuk bermain, saya ambil contoh pajak spanduk untuk 1 hari kurang lebih 60.000,- sedangkan biaya produksinya sekitar 50.000,- ,jadi kalau seseorang ingin berpromosi 1 bulan, maka uang pajak yang harus dibayar adalah Rp. 1,800.000,- ,setiap orang waras pasti tidak percaya. belum bolak balik ke dispenda dan distam, itupun tidak jelas petunjuk2 di kedua kantor tsb. harus ke bagian apa? lantai berapa? nah hal ini menjadi peluang curang bagi pegawai terkait untuk berbuat hal yang menjijikkan yaitu korupsi, kasus nyata begini ada client saya ingin memesan spanduk dan ingin dipasang sekalian berikut pajaknya, setelah saya hitung dan saya sampaikan kepada beliau, jawabannya adalah "kok mahal" harusnya berapa bu? "tahun lalu saya mengurus sendiri dan pemasangan hanya 15rb/hari dengan cap dispenda dan distam resmi" kok bisa pikir saya dalam hati ternyata setelah saya banyak cerita ke temen2 seprofesi udah ga aneh. bahkan yang lebuh dahsyaat dari itupun banyak. berarti aya something anu wrong dalam pengelolaan kota ini, ini baru satu lini pajak, sedikit dinas. bisa di bayangkan kalau hal ini dibiarkan betapa kita semua telah memelihara kebobrokan, menjerumuskan kota ini ke sebuah sistem dzolim. ini satu cerita kecil dari segelintir warga kota, saya yakin berapa juta cerita buruk yang harus segera kita A.K.H.I.R.I sekarang juga! Andi Adiwiarta ,Sedikit saja kota di Indonesia yang menjadi tempat dilahirkannya para sarjana Ahli Tata Kota dan Perenaan suatu Wilayah, tentu besar harapan, untuk menempatkan ahli yang memahami seluk beluk kota dan pengelolaannya. tabik, _adw bapak yogi ,seorang yg begitu peduli pada kota bandung.. nama ,isi testi |
||
| hetifah center@2008 | |||