Pokok Pikiran untuk Kota Bandung

Sebagai orang yang dilahirkan dan menghabiskan sebagian besar hidup di Bandung, saya merasa prihatin melihat adanya penurunan kualitas lingkungan maupun kualitas kehidupan warga Bandung dan tergerak untuk ikut berkontribusi mencari pemecahannya secara cerdas,kreatif dan partisipatif.

>>selengkapnya

Menjadikan Bandung Kota Kreatif: Butuh Pemimpin dan Birokrasi yang Inovatif

Warga kota yang cerdas, memiliki motivasi, imajinasi dan kreativitas adalah sumber daya utama dari kota seperti Bandung. Merekalah yang akan menentukan masa depan kota dan kemampuan kota untuk beradaptasi dan bertahan dari berbagai transisi dan krisis.

>>selengkapnya

Pembangunan Kawasan Baksil Menentang Arus

Erna Mardiana - detikNews

Bandung -  Kebijakan Pemkot Bandung untuk membangun kawasan Babakan Siliwangi menjadi rumah makan dinilai melawan arus. Penyediaan lahan terbuka hijau kota sebesar 30 persen membuat kota-kota lain berlomba-lomba untuk membebaskan bangunan untuk dijadikan hutan kota, namun sebaliknya dengan Kota Bandung.

Hal itu disampaikan Ketua Alumni Planolog ITB yang juga pemerhati masalah Kota Bandung Hetifah Sjaifudian, saat dihubungi detikbandung, Kamis (28/8/2008).

"Apa yang dilakukan pemkot ini melawan tren yang saat ini terjadi. Semua wilayah berlomba-lomba untuk mencapai angka 30 persen ruang terbuka hijau. Mereka membebaskan lahan yang kini sudah jadi bangunan menjadi hutan kota. Kupang saja baru membebaskan 400 ha dan sebentar lagi 1.000 hektare, begitu pula dengan Jakarta. Nah ini Bandung, kok hutan kota malah mau didirikan bangunan," protes Hetifah.

Dengan UU tata ruang baru nomor 26 Tahun 2007, maka RTRW yang saat ini berlaku harus segera direvisi. "Pemprov sendiri akan melakukan revisi RTRW. Nah bagaimana jika nanti dalam RTRW baru, disebutkan jika Baksil adalah kawasan hutan kota dan tak boleh diganggu?" ujarnya.

Jika hal itu terjadi, maka bangunan yang berdiri saat ini harus dibongkar dalam kurun waktu tiga tahun. "Meskipun pendirian bangunan itu berdasarkan RTRW lama, tetap harus mengacu pada RTRW baru," katanya.

Karenanya, kata dia, Pemkot jangan gegabah melakukan proyek pembangunan tanpa melihat RTRW yang ada. "Daripada kita membeli lahan yang difungsikan lain, mending kita mempertahankan hutan kota yang sudah ada. Biayanya lebih murah daripada membeli lahan," tegasnya.

Terlebih, lanjutnya, IMB rumah makan di kawasan Baksil merupakan keputusan kontroversial dan strategis. Maka, Pemkot harus hati-hati. "Jangan sampai dengan pemberian izin ini membuat Pemkot harus berurusan dengan hukum karena tak mempertimbangkan aturan zonasi yang sudah tertera dalam RTRW," cetusnya. (ern/ern)
 

Berita Lainnya

KPU Harus Kreatif Sosialisasikan Pilwalkot

Untuk menggaet anak muda berpartisipasi aktif dalam pilwalkot Bandung, planolog Ir. Hetifah Sj. Siswanda, MPP, PhD menyarankan agar KPU melakukan sosialisasi yang kreatif, inovatif, dengan ditempatkan di tempat-tempat populer.

>>selengkapnya

Survei JSI: Dada Jauh Ungguli Taufiqurahman

Jaringan Survei Indonesia (JSI) yang terdiri dari Perkumpulan Inisiatif, AK3, BIGS, dan Bi_tras menggelar survei kepada masyarakat terkait pemilihan kepala daerah (Pilkada) Kota Bandung. Survai digelar 11-12 Mei.

>>selengkapnya

PPTSP Kota Bandung di Persimpangan Jalan

Pada tanggal 12 Juni yang lalu pemerintah Kota Bandung melakukan Soft Launching atau tepatnya sosialisasi awal rencana pelaksanaan Pelayanan Perizinan Terpadu Satu Pintu (PPTSP). Hal ini seakan menunjukkan bahwa saat ini pemerintah Kota Bandung menyatakan komitmennya untuk melakukan reformasi terutama di bidang perizinan yang selama ini terkesan berbelit-belit, tidak transparan, dan sarat dengan KKN.

>>selengkapnya

Tiga Alumni ITB Calon Pemimpin Bandung

Sebagai salah satu calon wakil walikota dari pihak perseorangan (independen), hari Minggu kemarin saya diundang olah IA-ITB Jawa Barat untuk berdialog dengan para alumni ITB di Hotel Saunggaling Bandung. Dari pertemuan tersebut, terungkap ada 3 alumni ITB yang punya itikad baik untuk mengabdikan diri membangun kota Bandung, yaitu: (1) saya sendiri, Arry Akhmad Arman (EL), (2) Taufikurahman (BI), (3) Hetifah Sjaifudian (PL).

>>selengkapnya

Bakal Calon Wali Kota Janji Selamatkan Lingkungan

Sejumlah bakal calon wali kota Bandung sesumbar di hadapan para aktifis lingkungan. Mereka berjanji tidak akan merestui pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PLTSa) dan menolak pembangunan apatermen di Babakan Siliwangi.

>>selengkapnya

Babakan Siliwangi, Saksi Para Calon Walikota

Bakal calon walikota Bandung ramai-ramai cari dukungan dari kalangan aktivis lingkungan hidup. Mimbar bebas pun jadi ajang promosi bakal calon pemimpin Kota Bandung lima tahun ke depan.Acara yang digelar Koalisi Masyarakat Bandung Bermartabat (KMBB), Forum Penyelamat Lingkungan Hidup (FPLH), DPLKTS dan WALHI Jabar ini merupakan rangkaian acara dalam rangka memperingati hari lingkungan hidup sedunia yang jatuh pada 5 Juni.

>>selengkapnya

Sebaiknya Cukup Satu Paket

Calon perseorangan dalam pemilihan wali kota Bandung sebaiknya hanya satu paket. Hal itu untuk mencegah perpecahan massa pendukung dan memudahkan calon perseorangan dalam menghadapi calon dari partai politik.

>>selengkapnya

Penandatanganan Reformasi Pengadaan Barang dan Jasa

Pemerintah Kota Cimahi mengadakan Penandatanganan Nota Kesepahaman dengan Bandung Trust Advisory Group (B-Trust) tentang Program Peningkatan Pelayanan Pengadaan Barang/Jasa pemerintah Kota Cimahi, di Aula Gedung A Komplek Perkantoran Pemkot Cimahi, Senin (4/2). Penandatanganan dilaksanakan oleh Wali Kota Cimahi, Ir. HM. Itoc Tochija, MM dengan Direktur B-Trust, Ir. Hetifah Sjaifudian, MPP, Ph.D.

>>selengkapnya

Transparansi Batasi Calo Perizinan

Masalah perizinan yang hingga kini sulit ditangani adalah adanya calo perizinan yang menyebabkan biaya pengurusan izin tidak jelas. Hal itu menghambat iklim investasi suatu daerah. Kurangnya transparansi dari penyelenggara perizinan adalah penyebab calo merajalela.

>>selengkapnya

Massa Buruh Terus Kepung Gedung Sate

CIMAHI, (PikiranRakyat-LM) - Meski sudah di atas pukul 13.00 WIB, massa buruh Cimahi terus berdatangan ke Gedung Sate, Jln. Diponegoro Bandung, Rabu (11/6). Mereka bergabung bersama massa Aliansi Pekerja Antikenaikan BBM se-Bandung Raya, yang sudah lebih dulu berkumpul di Gasibu Bandung

>>selengkapnya

Menuju Bandung kota Kreatif

BANDUNG, (Hetifah Media Center) – Dinas Priwisata dan Kebudayaan (DISBUDPAR) Propinsi Jawa Barat kembali mengadakan kegiatan talkshow seni, wisata dan budaya sunda ”Bruk-Brak,”selasa (10/6). Mengangkat tema ’Menuju Bandung sebaga Kota Kreatif’, kali ini DISBUDPAR menghadirkan tokoh sekaligus pakar dalam bidang perencanaan dan tata ruang Ir. Hetifah Siswanda, PhD., Prof. Setiawan Sabana, dan representasi kaum kreatif Bandung, Tubagus Fiki Chikara.

>>selengkapnya

Pekerja PT BWI Mogok Kerja

CIMAHI, (PikiranRakyat-LM),- Para pekerja PT Benang Warna Indonusa (BWI), Kamis (12/6) melakukan mogok kerja menuntut Jamostek paket B agar direalisasikan perusahaannya kepada seluruh karyawan. Mereka melakukan demonstrasi di perusahan BWI di Jalan Industri No 3 Cimahi.

>>selengkapnya

hetifah center@2008